Perkembangan produk beton precast dalam dunia konstruksi semakin nyata yang mempengaruhi terbukanya peluang pasar beton precast. Hal ini karena kebutuhan tinggi sebagai dampak dari pembangunan infrastruktur yang masif di penjuru Nusantara, bahkan luar negeri.
Dalam proses pembangunan infrastruktur tentunya membutuhkan material bangunan yang kokoh dan berkualitas tinggi dalam jangka panjang. Salah satu material yang digunakan saat ini adalah beton.
Produk beton ini tidak hanya digunakan untuk bangunan high rise tetapi juga konstruksi jembatan. Lalu apa saja sih jenis produk beton untuk konstruksi jembatan pracetak?
- PC-I Girder
Merupakan balok beton yang berdesain ramping dengan penampang menyerupai huruf I. Girder atau gelagar ini memiliki fungsi sebagai penyalur beban seperti beban kendaraan, berat gider itu sendiri, dan beban lainnya, yang disalurkan ke struktur di bawahnya, yaitu abudment. Dengan kata lain, girder berfungsi untuk meredam dan mencegah terjadinya persimpangan beban atau gaya.
Keunggulan PC-I Girder ialah lebih ekonomis, mudah didesain, dan dibangun. Ia juga memiliki daya tahan sepanjang umur jembatan atau jalan tol. Sistem stressing pada PC-I Girder dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
- Metode pre-tension
Metode ini baja prategang diberi gaya prategang dulu sebelum beton dicor, oleh karena itu disebut metode pre-tension. Pelaksanaan pemberian prategang dengan cara pratarik (pre-tension) pada beton di mana tendon ditarik untuk ditegangkan sebelum dilakukan pengecoran adukan beton ke dalam bekisting yang telah disiapkan.
- Metode post-tension
Pada metode paska tarik, beton dicor lebih dahulu dengan sistem segmental di mana sebelumnya telah disiapkan saluran kabel atau tendon yang disebut duct. Cara tersebut bertujuan agar memudahkan saat pengangkutan ke lokasi proyek.
Pelaksanaan pemberian prategang dengan cara paska tarik (post-tension) didefinisikan sebagai cara memberikan prategang pada beton, di mana tendon baru ditarik setelah betonnya dicetak terlebih dahulu dan mempunyai cukup kekerasan untuk menahan tegangan sesuai dengan yang dinginkan.
- PC-U Girder
Merupakan balok beton dengan penampang menyerupai huruf U. Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan PC-I Girder, PC-U Girder lebih kaku dan stabil. Selain itu kebutuhan PC-U Girder dalam satu span lebih sedikit apabila dibandingkan dengan PC-I Girder. Panjang satu PC-U Girder dapat mencapai 50,8 meter. Kemudian dari sisi keunggulan dan daya tahannya sama dengan PC-I Girder.
- Box Girder
Sangat tepat bila digunakan untuk konstruksi jembatan berbentang panjang. Pada umumnya box girder ini akan dirancang dengan bentuk stuktur yang menerus di atas pilar. Hal ini dikarenakan box girder yang berupa beton prategang memang sangat menguntungkan untuk desain bentang menerus.
Secara visual dan fungsi, juga lebih menarik karena slab beton sudah terpasang. Box girder ini dikerjakan dengan sistem post-tension dan stressing di atas dengan sistem launcer atau balok cantilever.
Keunggulannya ialah sangat ideal untuk konstruksi jembatan melengkung. Daya tahannya sesuai dengan umur jembatan atau jalan tol. Proses produknya melewati tahap perakitan, pengecoran, demoulding, stressing, dan finishing.
- PC-T Girder
Hampir sama dengan PC-I Girder, PC-T Girder memiliki penampang bagian atas yang lebih lebar menyerupai huruf T. Desain tersebut membuat PC-T Girder lebih stabil serta mengurangi risiko camber lateral. Pengerjaan prategang pada produk ini dengan sistem post-tension. Keunggulannya ialah lebih ekonomis jika digunakan untuk jembatan-jembatan dengan bentang panjang, mudah didesain dan dibangun, serta memiliki daya tahan seumur jalan tol atau jembatan.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Click on a star to rate it!
Rating rata-rata 5 / 5. Banyaknya rating: 1
No votes so far! Be the first to rate this post.

