Mortar foam atau mortar busa merupakan bahan gabungan yang terdiri dari campuran antara cairan busa (foaming agent), semen, pasir, dan air. Teknologi ini digunakan sebagai pengganti timbunan tanah atau sub base yang biasanya dipakai tanpa memerlukan lahan yang lebar karena dapat dibangun tegak dan tidak memerlukan dinding penahan serta tidak perlu alat pemadat karena dapat memadat dengan sendirinya.
Mortar busa merupakan optimalisasi penggunaan busa (foam) dengan mortar (pasir, semen, dan air) berkekuatan tinggi sehingga ideal untuk digunakan sebagai dasar pondasi atau perkerasan jalan pada tanah lunak. Teknologi ini memiliki keunggulan seperti penghematan 60-70% anggaran proyek serta 50% waktu kerja dibandingkan dengan konstruksi konvensional.
Adapun proses pengecoran menggunakan mortar busa terdiri dari lima tahap, yaitu persiapkan lahan yang akan dicor, pastikan bekisting atau cetakan telah siap, perataan permukaan lahan (leveling), pengecoran, dan pemasangan plastik cor.
Dari aspek konstruksi berkelanjutan, penggunaan mortar busa dianggap ramah lingkungan karena menggunakan lebih sedikit material kostruksi berbahan alam.
Mortar busa memiliki berat yang ringan dengan kekuatan yang cukup tinggi sehingga diharapkan tidak terjadi masalah stabilitas dan penurunan timbunan maupun tekanan lateral berlebih pada abutmen jembatan dan pada konstruksi jalan.
Manfaatnya sangat besar seperti meminimalis persoalan penurunan timbunan, mengatasi masalah stabilitas timbunan, tidak dibutuhkan dinding penahan tanah timbunan, tidak dibutuhkan pemadatan atau mampu self-compacted, penghematan biaya konstruksi, dan tidak ada tekanan lateral/horizontal.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Click on a star to rate it!
Rating rata-rata 5 / 5. Banyaknya rating: 1
No votes so far! Be the first to rate this post.

